Trend

Niat dan Doa Berbuka Puasa Idul Adha

Niat Puasa Idul Adha – Sebelum Idul Adha, ada amalan sunnah penting yang harus dilakukan, yaitu puasa. Puasa tahun ini bisa dilakukan dari tanggal 1 hingga tanggal 9 Dzulhijjah. Namun, bulan-bulan puasa setahun sebelum Idul Adha adalah puasa Tarwiyah dan Arafa.

Seperti biasa, umat Islam yang berpuasa akan berbuka puasa saat matahari terbenam. Sebelum sarapan, wajib membaca doa terlebih dahulu.

Penting untuk mengetahui doa berbuka puasa Idul Adha. Apakah bacaan doa berbuka puasa idul adha sama dengan doa berbuka puasa di bulan ramadhan? Simak informasi berikut ini!

Niat puasa idul adha

Bacaan doa berbuka puasa Idul Adha sebenarnya sama dengan doa berbuka puasa di bulan Ramadhan. Sebelum puasa Idul Adha, perlu membaca niat puasa Idul Adha terlebih dahulu.

Niat puasa sebelum Idul Adha bisa dibaca dengan lantang atau hanya di dalam hati. Niat puasa tahun dibaca pada malam hari sebelum fajar. Namun, boleh juga mengucapkannya di pagi hari, asalkan dia tidak melakukan apa yang membatalkan puasa.

1. Niat Puasa Dzulhijjah

Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya : ” Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Tarwiyah

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya : ” Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

3. Niat Puasa Arafah

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya : ” Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Doa Berbuka Puasa Idul Adha

Doa berbuka puasa Idul Adha dibaca sebelum menyantap menu sarapan. Setelah melaksanakan puasa baik Dzulhijjah, , Tarwiyah atau Arafa, bacaan Doa berbuka puasanya sama. Doa ini dibaca oleh mayoritas umat Islam, dan sudah banyak yang menghafalnya.

Membaca doa berbuka puasa Idul Adha sebenarnya sama dengan berbuka puasa di bulan Ramadhan. Sumbernya adalah hadits Imam al-Bukhari dan Muslim, yang shahihnya para ulama hadits, dan berikut bacaan berbuka puasa Idul Fitri pada Idul Adha:

Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ’ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimiin.

Artinya : “ Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dengan rizqi-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang.”

Doa Berbuka Puasa Idul Adha Versi Lengkap

Sementara itu, dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, ada lagi bacaan berbuka puasa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW:

” Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husein bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa‘, ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, ‘Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah.” (HR Abu Dawud)

Doa ini bisa menjadi alternatif untuk doa buka puasa. Mengetahui bahwa derajat keshahihan doa riwayat Imam Bukhari dan Muslim lebih tinggi dari doa riwayat Abu Daud, maka para ulama Madzhab Syafi’i menggabungkan keduanya.

Menurut Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyatul Bujairimi, berikut ini versi lengkap bacaan doa berbuka puasa :

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu, wa bika âmantu, wa bika wa ‘alaika tawakkaltu. Dzahabaz zhama’u, wabtallatil ‘urûqu, wa tsabatal ajru, insyâ Allah. Yâ wâsi‘al fadhli, ighfir lî. Alhamdulillâhil ladzî hadânî fa shumtu, wa razaqanî fa afthartu.

Artinya :” Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Zat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.”

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker