Trend

Kazakhstan dalam Status Darurat

Berita Trend – Pada Kamis (6/1), Kementerian Kesehatan Kazakh menyebut lebih dari 1.000 orang terluka akibat kerusuhan di negara itu dalam beberapa hari terakhir.

“Lebih dari 1.000 orang terluka akibat kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah Kazakhstan, hampir 400 orang dirawat di rumah sakit dan 62 orang berada dalam perawatan intensif,” kata kata Wakil Menteri Kesehatan Kazakhstan, Azhar Guiniyat.

Konflik yang terjadi di Kazakhstan dimulai ketika penduduk memprotes kenaikan harga bahan bakar gas cair. Kemudian ribuan warga yang marah menyerbu gedung-gedung pemerintah dan menjarah toko-toko.

Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, menilai tindakan ini dilakukan oleh “teroris” dan meminta koalisi militer pimpinan Rusia, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), untuk mengatasi “pemberontakan”.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, yang juga kepala Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, mengatakan aliansi tersebut telah setuju untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Kazakhstan.

Kabar ini dibenarkan Sekretariat CSTO, Kamis (6/1). Badan tersebut mengatakan pasukan terjun payung Rusia dikerahkan ke Kazakhstan sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian yang dijanjikan sebelumnya.

Badan tersebut juga mengatakan bahwa misi utama pasukan penjaga perdamaian ini adalah untuk melindungi fasilitas pemerintah dan militer di Kazakhstan, serta membantu pasukan hukum dan ketertiban negara.

Akibat demonstrasi massa ini, Kabinet yang dipimpin oleh Perdana Menteri Kazakstan, Askar Mamin, mengundurkan diri secara masal.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker