Asuransi

Biaya Yang Harus Di Pahami, Cara Kerja Unit Link & Alokasi Premi

Inewsindo – Melihat laporan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), premi yang dikumpulkan dari industri asuransi jiwa sebesar Rp. 184,32 Triliun untuk seluruh tahun 2021. Realisasi ini tumbuh 7,21 persen dibandingkan realisasi Rs. di tahun sebelumnya. 171,93 triliun.

Salah satu produk yang menjadi pilihan masyarakat adalah produk asuransi jiwa investment-linked yaitu unit link. Produk asuransi unit link pada dasarnya merupakan produk proteksi jiwa yang memadukan antara proteksi dan investasi.
Pada asuransi unit link, manajer investasi akan mengatur alokasi investasi kepada nasabah. Sama seperti produk reksa dana, investasi unit link juga mengandung risiko dan keuntungan yang tidak dapat dijamin, karena bergantung pada kondisi ekonomi.

Tujuan Utama Asuransi

Tujuan utama dari asuransi unit adalah bahwa premi yang dibayarkan adalah tetap dan tidak meningkat dari waktu ke waktu, karena kenaikan biaya asuransi dapat ditutup dengan nilai moneter dari investasi yang dibentuk. Selain itu, agar nasabah dapat terus membayar asuransi
Sampai pelanggan tidak produktif atau pensiun. Sehingga nasabah selalu mendapatkan perlindungan jiwa dan kesehatan.

PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life) mengajak masyarakat untuk menggali lebih dalam alokasi pembayaran premi untuk produk unit related. Mengingat unit link merupakan produk asuransi yang terkait dengan investasi, maka premi yang dibayarkan akan dibagi menjadi dua bagian:

Angsuran Dasar Reguler

Premi dibayarkan terus menerus sampai polis diaktifkan. Hal ini karena tujuan dari premi dasar berkala ini adalah untuk menutupi biaya asuransi yang meningkat seiring dengan meningkatnya risiko sesuai dengan usia nasabah.

Biaya asuransi ini seperti berbagi internet. Jika tidak terisi maka kuota akan habis dan anda tidak akan bisa terkoneksi dengan internet sehingga tidak bisa berselancar di internet. Oleh karena itu, agar Asuransi Unit Link tetap aktif, nasabah harus tetap membayar premi dasar secara berkala. Jika nasabah berhenti membayar, nilai tunai yang terbentuk dari investasi nasabah akan digunakan untuk melanjutkan pembayaran asuransi.

Premi Investasi Berulang (lebih tinggi)

Ini akan dikhususkan untuk membentuk nilai dana melalui investasi. Jika klien menginginkan nilai moneter dari investasi menjadi lebih besar dan terbentuk dengan cepat, klien dapat meningkatkan premi investasi secara berkala. Investasi pada jenis instrumen investasi pada unit link disebut reksa dana.

Di Astra Life, terdapat 11 jenis dana yang dapat dipilih untuk investasi sesuai dengan profil risiko klien, dan fasilitas konversi diberikan dengan mentransfer investasi klien dari dana pilihan ke dana lain. Di Astra Life, pelanggan juga dapat memanfaatkan free switching empat kali dalam setahun, sisanya akan dikenakan biaya sesuai ketentuan. Lebih dari itu, terdapat beberapa komponen biaya yang dibebankan terhadap perlindungan dan manfaat investasi dari premi yang dibayarkan.

Berikut adalah lima komponen pemahaman biaya:

  • Biaya pembelian. Biaya yang dibayarkan atas jasa yang diperoleh dari perusahaan asuransi meliputi biaya operasional, biaya pemasaran dan biaya lainnya yang besarnya bervariasi antara produk dan perusahaan asuransi. Biaya untuk lima tahun pertama biasanya 50-100 persen untuk tahun pertama, 40-75 persen untuk tahun kedua, dan 5-15 persen untuk tahun ketiga hingga kelima.
  • Biaya Asuransi (Cost of Insurance/COI). Biaya ini dibebankan pada manfaat asuransi dasar, khususnya asuransi jiwa. Di Astra Life, fitur utama adalah 3-in-1, selain perlindungan jiwa, pelanggan akan terlindungi dari penyakit kronis, cacat tetap dan cacat total secara bersamaan.
  • Biaya asuransi tambahan (biaya penumpang/COR). Biaya ini untuk pembayaran manfaat asuransi lainnya yang ditambahkan selain manfaat dari pertanggungan asuransi dasar, seperti rawat inap, penyakit kritis, dll sesuai pilihan nasabah.
  • Biaya administrasi. Biaya ini dibebankan untuk layanan operasional bulanan kepada klien, seperti pengiriman pemberitahuan tagihan yang belum dibayar atau penerimaan angsuran dan laporan kemajuan transaksi reksa dana dan keuangan untuk klien.
  • Biaya pengelolaan investasi. Biaya ini dibebankan dari nilai tunai yang diinvestasikan pada 1-3 persen per tahun. Biaya ini biasanya termasuk dalam nilai aset bersih untuk mengamankan kesatuan unit.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker