Trend

Arab Saudi Melarang Warganya Bepergian ke Indonesia

Berita Trend – Pemerintah Arab Saudi melarang warganya bepergian ke Indonesia. Hal itu terungkap dari pengumuman resmi Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Saudi akhir pekan lalu.

Tidak hanya RI, aturan ini juga berlaku untuk 15 negara lainnya. Bukan karena perang atau terorisme, ini karena situasi Covid-19 yang terjadi.

“Warga negara Arab Saudi dilarang bepergian ke 16 negara karena kasus Covid-19 di negara-negara tersebut,” kata Jawazat

“Daftar negara tersebut antara lain Lebanon, Suriah, Turki, Iran, Afghanistan, India, Yaman, Somalia, Ethiopia, Republik Demokratik Kongo, Libya, Indonesia, Vietnam, Armenia, Belarusia, dan Venezuela.”

Arab Saudi sendiri memiliki 467 kasus baru Covid-19 dengan dua kematian kemarin. Sejak awal pandemi, negara itu memiliki 763.042 kasus dengan 9.130 kematian.

Kasus lokal telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini sejalan dengan dibukanya kembali pintu masuk asing ke Tanah Air.

Indonesia mencatatkan kasus yang lebih sedikit dari Arab Saudi, di mana terdapat 227 kasus Covid-19 meski kemarin ada tiga kematian. Total ada 6.052.590 kasus Covid-19 sejak awal wabah dengan 156.522 kematian.

Meski sudah dikeluarkan pengumuman paspor baru, keputusan ini tidak berpengaruh pada WNI yang ingin ke Arab Saudi. Termasuk umroh dan haji di Indonesia tahun ini.

Namun, negara Raja Salman telah mengeluarkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, misalnya mengenai usia maksimal calon jemaah haji, yakni usia maksimal 65 tahun. Selain itu, jemaah haji juga wajib memiliki vaksin Covid-19 dosis kedua minimal yang diakui Kementerian Kesehatan di Arab Saudi dan harus memiliki hasil tes PCR negatif dengan sampel diambil dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI (Kiminlu) menyatakan masih memastikan warga Saudi tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia. Demikian disampaikan Juru Bicara Kemlu RI Tuku Vaizasyah

“Perlu di cek terlebih dahulu” katanya.

Related Articles

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker