Unilever

Sempak Anjlok, Saham UNVR Ramai Ramai Di Lepas Asing

iNewsindo – Setelah sempat sempat menghijau, saham raksasa barang konsumsi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) ditutup dalam resesi pada akhir sesi perdagangan pertama hari ini (5/7/2021). Kamis (5/6) lalu, saham produsen berbagai produk perawatan pribadi ditutup dengan meluncur menjadi pecundang terbesar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham UNVR pada awalnya mampu melakukan konsolidasi hingga Rp5.625 / saham.

Namun, beberapa waktu kemudian, pergerakan saham emiten yang sempat anjlok sejak 1982 itu semakin turun hingga akhirnya ditutup pada harga penutupan hari sebelumnya, Rp 5.550 per saham.

Nilai kesepakatan UNVR tercatat 79,53 miliar Rupiah , dengan volume perdagangan 14,26 juta lembar saham.

Sementara itu, asing tercatat sibuk menjual UNVR dengan rekor penjualan bersih Rp 3,64 miliar di pasar reguler saat ini. Dalam sepekan, asing juga mencatatkan penjualan bersih Rp 23,72 miliar.

Sementara itu, pada perdagangan kemarin, UNVR berada di urutan keempat dengan penurunan terbesar setelah turun -3,90% menjadi Rp5.550 / saham.

Dalam sepekan perdagangan, saham UNVR telah empat kali menghangat dan hanya menguat satu kali.

Praktis dalam seminggu, saham salah satu perusahaan besar ini turun 7,50%, sedangkan dalam sebulan turun 14,29%.

Kabar terakhir, UNVR bersiap untuk membagikan dividen dengan menggelar RUPST pada Kamis 27 Mei di Grha Unilever dengan empat agenda yang telah disiapkan.

Salah satu mata acara RUPST adalah menetapkan penggunaan laba tahun buku 2020.

Tahun lalu, laba bersih UNVR turun 3,11% menjadi 7,16 triliun Rupiah , dari 7,39 triliun Rupiah di tahun sebelumnya. Penurunan laba bersih tersebut sejalan dengan sedikit peningkatan pendapatan di tahun pandemi Covid-19. Total penjualan bersih UNVR pada tahun 2020 mencapai Rp 42,97 triliun, meningkat 0,12% dibanding tahun 2019 sebesar Rp 42,92 triliun.

TRENDING;  5 Aplikasi Penghasil Uang Tercepat

Eksportir sabun konsumen Lifebuoy, Sabun Sunlight, pasta gigi Pepsodent, pembersih Rinso, Sariwangi dan teh Royco merupakan anggota dari IDX High Dividend 20, indeks 20 saham yang telah membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan memiliki dividen yield yang panjang. Satu.

Untuk tahun fiskal 2019, hasil dividen Unilever adalah 100% dari laba bersih sebesar 7,39 triliun Rupiah yang dibagikan sebagai dividen.

Pada akhir tahun 2020, manajemen UNVR menyatakan akan membagikan dividen interim (interim) sebesar Rs. 87 / saham kepada pemegang saham yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) efektif tanggal 2 Desember 2020.

Pencapaian tersebut setara dengan dividen sementara senilai 3,32 triliun Rupiah dari total pemegang 38,15 miliar saham perseroan. Dengan demikian, masih terdapat sisa laba bersih UNVR tahun 2020 yang belum diputuskan untuk digunakan, yaitu sebesar Rs. 3,84 triliun.