Rupiah Ditutup Menguat 0,29% Ke Rp 14.267 Per Dolar AS

Rupiah Ditutup Menguat 0,29% Ke Rp 14.267 Per Dolar AS

FinanceRupiah memulai perdagangan minggu ini dengan kinerja yang memuaskan. Di pasar spot, rupiah berhasil ditutup pada level 14.267 Rupiah terhadap dolar AS, atau naik 0,29% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Setelah tiga lembar uang kertas, rupiah juga membukukan kinerja positif di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia. Koin Garuda berhasil ditutup menguat 0,27% menjadi Rp 14.276 per dolar AS.

Lukman Leong, Analis DC Futures, menjelaskan penguatan rupiah hari ini sebenarnya lebih disebabkan faktor koreksi yang terjadi pada dolar AS karena mayoritas mata uang utang utama berhasil melakukan konsolidasi terhadap dolar AS.

Sementara itu, untuk perdagangan besok, Selasa (5/10), Luqman melihat tidak akan banyak sentimen atau data ekonomi yang signifikan. Menurut dia, pasar mengharapkan data non-farm payrolls AS pada hari Jumat. Dia mengatakan bahwa ekspektasi pasar terlalu tinggi dalam data ketenagakerjaan AS kali ini, sehingga dolar AS kemungkinan akan rebound.

“Sementara di dalam negeri, tren terus menurunnya kasus harian Covid-19 tetap menjadi salah satu katalis positif bagi rupiah. Pasar juga menunggu data cadangan devisa pada Kamis,” kata Luqman kepada Kontan.co.id, Senin (4/10). .

Oleh karena itu, dengan minimnya data dan sentimen ekonomi yang signifikan, Luqman menilai rupiah besok masih berpotensi menguat kembali, meski dalam keterbatasan. Proyeksi rupiah akan bergerak pada kisaran 14.200 Rupiah per dolar AS – 14.350 Rupiah per dolar AS.

TRENDING;  Cara Trading Saham Untuk Pemula, Apa itu Trading saham?